Laga pekan awal Liga 2 di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (4/1/2026) sore, meninggalkan catatan penting bagi Persipura Jayapura. Kemenangan tipis yang diraih atas Deltras FC Sidoarjo tidak sekadar menghadirkan tiga poin, tetapi juga menegaskan kekuatan mental skuad Mutiara Hitam di bawah tekanan pertandingan yang intens.
Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, menilai laga tersebut sebagai ujian berat bagi anak asuhnya. Bermain di hadapan 12.881 penonton yang memadati Stadion Lukas Enembe, Persipura sempat tampil dominan pada awal pertandingan. Serangan demi serangan dibangun sejak menit awal, namun irama permainan tidak sepenuhnya terjaga setelah seperempat jam pertama.
Situasi berubah ketika Deltras FC mulai menemukan celah. Tim tamu tampil disiplin dan berani mengimbangi permainan, terutama lewat serangan balik cepat yang beberapa kali memaksa lini belakang Persipura melakukan kesalahan teknis. Tekanan tersebut membuat jalannya pertandingan berlangsung ketat dan penuh duel.
Rahmad Darmawan secara terbuka mengakui bahwa lawan memberikan perlawanan serius. Menurutnya, disiplin dan intensitas permainan Deltras FC menjadi faktor yang membuat pertandingan berjalan sulit sejak awal hingga akhir.
Memasuki babak kedua, langkah taktis diambil oleh tim pelatih Persipura. Sejumlah pergantian pemain dilakukan untuk mengubah dinamika permainan. Perubahan itu berdampak langsung pada variasi serangan yang lebih hidup dan kontrol permainan yang perlahan kembali ke tangan tuan rumah.
Meski mampu menciptakan sejumlah peluang bersih di depan gawang, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah bagi Persipura. Beberapa kesempatan emas gagal dikonversi menjadi gol tambahan, sehingga keunggulan tetap berada pada margin tipis hingga peluit panjang dibunyikan.
Bagi Rahmad Darmawan, aspek terpenting dari kemenangan ini bukan semata skor akhir. Ia menekankan sikap para pemain yang tetap fokus dan tidak kehilangan konsentrasi meskipun pertandingan berjalan dalam tensi tinggi. Ketahanan mental dinilai menjadi kunci utama yang menjaga Persipura tetap berada di jalur kemenangan.
Sorotan juga diarahkan pada atmosfer stadion. Dukungan suporter yang memenuhi tribun Stadion Lukas Enembe disebut memberi dorongan emosional yang signifikan. Energi dari penonton dinilai membantu pemain menjaga semangat juang sepanjang pertandingan.
Dari kubu pemain, Markus Majar menilai hasil positif tersebut lahir dari kedisiplinan tim dalam menjalankan instruksi pelatih. Ia menyebut kemenangan ini sebagai fondasi awal yang penting, sekaligus pengingat bahwa masih ada kekurangan yang perlu dibenahi.
Markus menegaskan bahwa evaluasi tetap menjadi fokus tim. Persipura berkomitmen memperbaiki detail permainan agar lebih siap menghadapi laga-laga berikutnya di kompetisi Liga 2 Indonesia musim ini.
Kemenangan ini menempatkan Persipura pada posisi yang menjanjikan di awal kompetisi, namun tantangan ke depan dipastikan tidak ringan. Jika mental baja yang ditunjukkan pada laga ini mampu dipertahankan, Persipura memiliki modal kuat untuk bersaing secara konsisten sepanjang musim.